Pariwisata Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Baru di Berau, DPRD Kaltim Dorong Percepatan Infrastruktur.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah.
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Ketergantungan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya di Kabupaten Berau, pada sektor pertambangan dinilai terlalu tinggi dan berisiko jangka panjang.
Menyadari hal ini,
DPRD Kaltim mulai mendorong percepatan pengembangan sektor-sektor alternatif,
salah satunya pariwisata, yang dianggap punya potensi besar namun belum
tergarap maksimal.
Anggota Komisi III
DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menyebut bahwa Berau memiliki kekayaan alam
dan budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional, bila
dikelola secara serius dan terintegrasi.
"Sudah saatnya
Berau tidak hanya bertumpu pada batu bara. Kita perlu memperkuat sektor lain
yang lebih berkelanjutan, dan salah satu yang paling potensial adalah
pariwisata," ujarnya, Kamis (29/5/2025).
Menurut Syarifatul,
pembangunan infrastruktur menjadi kunci untuk membuka akses dan mempercepat
pertumbuhan sektor pariwisata. Ia menilai, tanpa infrastruktur yang memadai,
potensi wisata alam maupun budaya Berau akan sulit dinikmati secara luas oleh
wisatawan.
Lebih lanjut, ia
menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan ekosistem
pariwisata daerah. Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, termasuk
perusahaan-perusahaan yang selama ini beroperasi di wilayah tambang, dinilai
harus dilibatkan dalam satu kerangka pembangunan bersama.
"Kita butuh
sinergi semua pihak. Perusahaan yang selama ini mengambil hasil bumi dari Berau
juga punya tanggung jawab sosial untuk ikut membangun sektor lain yang bisa
memberi manfaat langsung ke masyarakat," tegasnya.
Syarifatul juga
menyampaikan bahwa DPRD Kaltim telah memperjuangkan berbagai dukungan anggaran
dan regulasi yang bisa mempercepat transformasi ekonomi Berau.
Lebih lanjut, jika
dikelola dengan perencanaan yang matang, pariwisata bisa menjadi sumber
pendapatan alternatif yang kuat bagi daerah, seiring menurunnya cadangan dan
ketergantungan terhadap sektor tambang.
Tak hanya pariwisata,
Syarifatul juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor lain seperti pertanian
dan kelautan. Ia menilai dua sektor ini memiliki peluang besar untuk digarap
sebagai sumber ekonomi jangka panjang.
"Pertanian dan
kelautan kita sangat potensial, tetapi masih belum mendapat perhatian serius.
Ini saat yang tepat untuk membangun fondasi baru ekonomi daerah yang lebih
inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Syarifatul juga
menambahkan, keberadaan industri pertambangan di Berau harusnya memberi dampak
ekonomi yang nyata, bukan hanya menyisakan persoalan lingkungan atau sosial.
"Kita ingin
keberadaan tambang bukan hanya menyisakan lubang, tapi juga membuka lapangan
kerja, mengurangi kemiskinan, dan membuat ekonomi masyarakat benar-benar
bergerak. Ini yang terus kami kawal di DPRD," pungkasnya. (ADV)